Konsep dan Definisi Belajar, Karakteristik Perilaku Belajar, dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Bab I

Pendahuluan

  1. Latar belakang

Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran. Ada pula sebagian orang yang memandang belajar sebagai latihan belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis. Namun pada dasarnya belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang. Perubahan tingkah laku itu biasanya berupa penguasaan terhadap ilmu pengetahuan atau penguasaan terhadap keterampilan dan perubahan yang berupa sikap.

Dalam makalah ini kami tidak hanya membahas definisi dan konsep belajar. Kami juga membahas tentang karakteristik perilaku siswa dalam belajar, perwujudan perilaku dalam belajar, beserta factor-faktor yang mempengaruhi siswa dalam belajar.

 

  1. Rumusan masalah
  1. Apa yang dimaksud belajar?
  2. Bagaimana karakteristik perilaku dalam belajar?
  3. Apa perwujudan perilaku dalam belajar?
  4. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi belajar?

Bab II

Pembahasan

  1. Pengertian Belajar

Definisi dan konsep belajar

Skinner, Seperti yang dikutip Barlow (1985) dalam bukunya educational psychology: The Teaching-Learning Process, berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung progresif.

Chaplin dalam bukunya Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua rumusan. Rumusan pertama belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relative menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Rumusan kedua belajar ialah proses memperoleh respons-respons sebagai akibat adanya latihan khusus.

Hintzman dalam bukunya The Psychology of Learning and Memory berpendapat belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.

Pakar psikologi belajar juga menambahkan bahwa pengalaman hidup sehari-hari dalam bentuk apa pun sangat memungkinkan untuk diartikan sebagai belajar. Mungkin inilah yang mendasari gagasan everyday learning yang dipopulerkan oleh professor John B. Biggs.

Witting dalam bukunya Psychology of learning mendefinisikan belajar adalah perubahan yang relative menetap yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman.

Reber dalam kamus susunannya Dictionary of Psychology mendefinisikan belajar dengan dua macam. Pertama, belajar adalah proses memperoleh pengetahuan. Kedua, belajar adalah perubahan kemampuan bereaksi yang relative langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat.

Secara kuantitatif, belajar berarti kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya. Secara institusional, belajar dipandang sebagai proses validasi atau pengabsahan terhadap penguasaan siswa  atas materi-materi yang telah ia pelajari. Secara kualitatif, proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia di sekeliling siswa.

Dari keragaman definisi tersebut dapat kita ketahui bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang. Seseorang menjadi dewasa karena dia telah melewati sebuah proses yang direncanakan maupun tidak direncanakan, ia belajar sesuatu dari berbagai aspek kehidupan baik itu formal maupun nonformal.

  1. Karakteristik Perilaku Belajar

Setiap perilaku belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan spesifik. Diantara ciri-ciri yang merupakan karakteristik perilaku belajar adalah:

  1. Perubahan intensional adalah perubahan berkat pengalaman atau praktik atau latihan dengan sengaja dan disadari, dan bukan secara kebetulan.
  2. Perubahan positif adalah perubahan yang sesuai dengan yang diharapkan atau kriteria keberhasilan baik dipandang dari segi siswa maupun dari segi guru.
  3. Perubahan efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh dan makna tertentu bagi pelajar.

 

  1. Perwujudan Perilaku Belajar

Manifestasi atau perwujudan perilaku belajar biasanya lebih sering tampak dalam perubahan-perubahan sebagai berikut:

  1. Kebiasaan

Setiap siswa yang mengalami proses belajar, tentu kebiasaannya akan tampak berubah.

  1. Keterampilan

Keterampilan ialah kegiatan yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot yang lazimnya tampak dalam kegiatan jasmaniah seperti menulis, mengetik, olah raga, dsb.

  1. Pengamatan

Pengamatan artinya proses menerima, menafsirkan, dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera seperti mata dan telinga.

  1. Berpikir asosiatif dan daya ingat

Berpikir asosiatif adalah berpikir dengan cara mengasosiakan sesuatu dengan lainnya.

  1. Berpikir rasional dan kritis

Berpikir rasional dan kritis adalah perwujudan perilaku belajar terutama yang bertalian dengan pemecahan masalah.

  1. Sikap

Sikap adalah pandangan atau kecenderungan mental.

 

  1. Inhibisi

Inhibisi adalah upaya pengurangan atau pencegahan timbulnya respons tertentu karena karena adanya proses respon lain yang sedang berlangsung.

  1. Apresiasi

Apresiasi berarti suatu pertimbangan mengenai arti penting atau nilai sesuatu.

  1. Tingkah laku afektif

Tingkah laku afektif adalah tingkah laku yang menyangkut keanekaragaman perasaan seperti takut, marah, sedih, gembira, kecewa, senang, benci, was-was, dsb.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa ada tiga macam:

  1. Factor internal

Factor internal yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa. Factor ini meliputi dua aspek:

  1. Aspek Pisiologis.

Kondisi umum jasmani yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran.

 

  1. Aspek Psikologis

Banyak factor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas belajar siswa. Namun, di antara factor-faktor rohaniah siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial adalah tingkat kecerdasan/intelegensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa, motivasi siswa.

  1. Factor eksternal

Factor eksternal yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. Factor ini juga terdapat dua macam.

  1. Lingkungan social

Lingkungan social sekolah seperti guru, staf, dan teman-teman sekelasnya yang dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa.

Lingkungan masyarakat, tetangga, juga teman-teman bermain yang disekitar perkampungan siswa tersebut juga mempengaruhi belajar siswa.

Yang paling berpengaruh dalam belajar siswa adalah lingkungan keluarga.

  1. Lingkungan nonsosial

Factor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.

 

  1. Factor pendekatan belajar

Factor pendekatan belajar yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.

Factor-faktor di atas dalam banyak hal sering saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain.

 

Bab III

Kesimpulan dan Saran

Dari penjelasan makalah di atas, dapat kita ketahui berbagai definisi belajar menurut pakar-pakar psikologi dan orang-orang yang ahli dalam bidang ini. Namun kita dapat menarik kesimpulan bahwa pada hakikatnya belajar adalah sebuah proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang. Karena belajar merupakan  karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, berbagai aktivitas belajar yang selalu dilakukan sepanjang hayat manusia, bahkan tiada hari tanpa belajar.

Berbagai karakteristik perilaku dalam belajar yang telah di jelaskan dalam makalah ini. Juga factor-faktor yang mempengaruhinya. Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Kami banyak berharap juga kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kami. Demi kesempurnaan makalah ini juga di kesempatan penulisan makalah yang berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kami juga bagi para pembaca.

 

Daftar Pustaka

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Syamsudin Makmun, Abin. 2002. Psikologi Kependidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Synyster, Nikychoy (19 Oktober 2012). “Konsep Belajar Dan Pembelajaran.” http://sastranikychoysynyster.blogspot.com/2012/10/konsep-belajar-dan-pembelajaran.html (diakses tanggal 06 Desember 2012).

Rohaniawati, Dede (2011). “Memahami Konsep Belajar.” http://2011.web.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2147%3Amemahami-konsep-belajar&catid=159%3Aartikel-kontributor&Itemid=1 (diakses tanggal 06 Desember 2012).

akhnayzz (19 Januari 2011). “Karakteristik Belajar.” http://satulagi.com/belajar/karakteristik-belajar (diakses tanggal 08 Desember 2012).

Hakim, m. Lutfil (7 April 2011). “Teori Belajar Dan Pembelajaran – Konsep Belajar Dan Pembelajaran.” http://blog.uin-malang.ac.id/uchielblog/2011/04/07/teori-belajar-dan-pembelajaran-konsep-belajar-dan-pembelajaran/ (diakses tanggal 08 Desember 2012).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s