Perkembangan Anak Masa Sekolah (6-12 tahun)

Pembahasan

  1. Tugas Perkembangan Anak Masa Sekolah 6-12 tahun

Pada masa ini anak memasuki masa belajar didalam dan diluar sekolah. Anak belajar di sekolah, tetapi membuat latihan di rumah yang mendukung hasil belajar di sekolah. Banyak aspek perilaku di bentuk melalui penguatan verbal, keteladanan, dan identifikasi. Anak-anak pada masa ini juga mempunyai tugas-tugas perkembangan (menurut Robert J. Hagvighurst) , yakni: Baca lebih lanjut

Sikap dan Perilaku Demokratis

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.  Latar Belakang

Demokratis merupakan perilaku yang harus kita terapkan dalam bernegara dan dianggap perlu dalam pembelajaran. Karena perilaku demokratis merupakan hal yang dapat membantu kita dalam berinteraksi dengan ,lingkungan sekitar kita.

Dalam makalah ini, berisi tentang makna dan hakekat demokrasi, demokrasi sebagai pandangan hidup, unsur-unsur penegak demokrasi, model-model demokrasi, prinsip dan parameter demokrasi, sejarah perkembangan demokrasi di dunia barat, dan di Indonesia, konsep islam dalam demokrasi. Dengan pembahasan tersebut supaya mahasiswa memiliki pemahaman, sikap kritis dan perilaku demokratis dalm berbagai kehidupannya. Baca lebih lanjut

Konstitusi

 

  1. A.    KONSEP DASAR KONSTITUSI
  2. 1.     Pengertian Konstitusi

Kata konstitusi secara literal berasal dari bahasa prancis, Constituin yang berarti membentuk. Dalam konteks ketatanegaraan, konstitusi dimaksudkan dengan pembentukan suatu negara, konstitusi juga bisa berarti peraturan dasar (awal) mengenai pembentukan suatu negara.
Dalam bahasa belanda, istilah konstitusi dikenal dengan istilah Grondwet, yang berarti undang-undang dasar (grond=dasar, wet=undang-undang). Di jerman istilah konstitusi juga dikenal dengan istilah Grundgesetz, yang juga berarti Undang-Undang Dasar (grund=idasar dan gesetz=Undang-Undang).

Istilah konstitusi dalam bahasa Inggris memiliki makna yang lebih luas dari Undang-Undang Dasar. Yaitu keseluruhan dari peraturan-peraturan baik yang tertulis maupun tak tertulis yang mengatur secara mengikat cara-cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat.

Baca lebih lanjut

Metode Ilmu Pendidikan Islam

A. Latar Belakang Masalah

Tidaklah berlebihan jika ada sebuah ungkapan “aththariqah ahammu minal maddah”, bahwa metode jauh lebih penting disbanding materi, karena sebaik apapun tujuan pendidikan, jika tidak didukung oleh metode yang tepat, tujuan tersebut sangat sulit untuk dapat tercapai dengan baik. Sebuah metode akan mempengaruhi sampai tidaknya suatu informasi secara lengkap atau tidak.. Oleh sebab itu pemilihan metode pendidikan harus dilakukan secara cermat, disesuaikan dengan berbagai faktor terkait, sehingga hasil pendidikan dapat memuaskan.[1]Apa yang dilakukan Rasulullah SAW saat menyampaikan wahyu Allah kepada para sahabatnya bisa kita teladani,  karena Rasul saw. sejak awal sudah   mengimplementasikan metode pendidikan yang tepat terhadap para sahabatnya. Strategi pembelajaran yang beliau lakukan sangat akurat dalam menyampaikan ajaran Islam. Rasul saw. sangat memperhatikan situasi, kondisi dan karakter seseorang, sehingga nilai-nilai Islami dapat ditransfer dengan baik. Rasulullah saw. juga sangat memahami naluri dan kondisi setiap orang, sehingga beliau mampu menjadikan mereka suka cita, baik meterial maupun spiritual, beliau senantiasa mengajak orang untuk mendekati Allah swt. dan syari’at-Nya.

Baca lebih lanjut

OTORITAS HADITS SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM

PEMBAHASAN

OTORITAS HADITS SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM

  1. A.    KEDUDUKAN DAN KEHUJJAHAN HADITS

Seluruh umat islam, telah sepakat bahwa hadits merupakan salah satu sumber ajaran islam. Keharusan mengikuti hadits bagi umat islam (baik berupa perintah maupun larangan) saran halnya dengan kewajiban mengikuti Al-Qur’an. Hal ini karena hadits merupakan mubayyin (penjelas) terhadap Al-Qur’an, karena itu siapa pun tidak akan bias memahami Al-Qur’an tanpa dengan memahami dan menguasai hadits. Begitu pula halnya menggunakan hadits tanpa Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an merupakan dasar hokum pertama, yang didalamnya berisi garis besar syariat. Dengan demikian, antara hadits dengan Al-Qur’an memiliki kaitan sangat erat, untuk memahami dan mengamalkannya tidak bias dipisah-pisahkan atau berjalan sendiri-sendiri.

Baca lebih lanjut

MACAM – MACAM JAMA’

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Dalam bahasa arab banyak sekali yang harus dipelajari, karena untuk bisa dan mengerti bahasa arab kita tidak hanya harus menghafal kosa kata dari basa arab. Namun kita juga harus dapat mengerti dan memahami ilmu nahwu. Dalam ilmu nahwu kita akan mendapat banyak pengetahuan yang berhubungn dengan bahasa arab. Dalam ilmu itu kita akan menemui banyak bab atau materi yang akan kita pelajari, misal tentang isim, fi’il, fa’il,I’rob, jama’ dll.

Dari beberapa materi tersebut, dalam makalah ini kami akan menjelaskan tentan bab anwaul jama’ atau macam-macam dari jama’. Perlu kita ketahui bahwa jama’ itu ada 3 (tiga) macam yaitu jama’ mudzakar salim, jama’ muannats salim dan jama’ taksir.

Baca lebih lanjut

perkembangan menulis anak dan menulis kelas rendah

Gambar

Bab I

Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, atau tidak secara tatap muka dengan orang lain.[1]

Pembelajaran menulis di sekolah dasar diharapkan mampu membekali siswa dengan kemampuan menulis yang baik. Pelaksanaan pembelajaran menulis di sekolah dasar terutama di kelas rendah tidak dapat dipisahkan dari membaca permulaan, walaupun membaca dan menulis merupakan dua kemampuan yang berbeda. Menulis bersifat produktif sedangkan membaca bersifat reseptif. Kemampuan menulis tidak diperoleh secara alamiah, tetapi harus melalui latihan dan pembiasaan menulis.

Baca lebih lanjut